LUCID DREAM

remdreamerPernahkah anda bermimpi ? Sering tentunya. Pernahkah anda menyadari bahwa anda sedang bermimpi ? Ini yang mungkin jarang. Ketika anda menyadari bahwa sedang bermimpi, maka seketika itu pula lingkungan mimpi yang melingkupi anda mendadak menjadi realita yang sangat solid (real – nyata) di dalam sensasi sentuhan ataupun interaksi anda terhadapnya.

Anda menjadi seperti di dunia yang memiliki tingkat kepadatan – real yang mirip seperti di dunia ketika anda bangun dari mimpi. Keunikannya karena disini adalah dunia mimpi maka serta merta kesadaran anda membuat dunia mimpi tersebut berada dalam kontrol kehendak anda.

Segera setelah anda menginginkan sesuatu dengan amat sangat, datanglah sekejap di depan anda (di dalam mimpi tersebut). Ini anda rasakan dengan hampir atau bahkan sama nyatanya dengan ketika di keadaan jaga (tidak sedang bermimpi).

Bagaikan simulasi realita, anda dapat mensimulasikan laboratorium penelitian dimana anda dapat mencari tahu apa yang terjadi jika suatu campuran dilakukan. Sebuah simulasi Televisi atau bahkan simulasi minuman dengan rasa dari jenis apa saja sejauh imajinasi anda, seperti minuman dengan cita rasa gabungan antara rasa jeruk dengan abstraksi dari keindahan musik Mozart. Atau minuman yang memiliki rasa gabungan dari cita rasa cinta tulus dengan cita rasa kelembutan embun.

Ini adalah dunia yang ajaib, dunia mimpi. Paling tidak anda mengetahui betapa jangan semudah itu menyangkal manakah yang real dan manakah yang tidak. Apa kriteria dari yang ini real dan yang ini bukan. Memang ini hanya dapat diperbincangkan dengan praktisi olah jiwa dan semacamnya. Dan kita semakin terbuka memahami sampai seberapa jauh nilai imajinasi memiliki kualitas terhadap interaksi dengan diri kita.

Jika anda sedang tertidur, dan tiba-tiba seseorang memercikkan air ke muka seseorang yang sedang tidur dan kebetulan juga sedang bermimpi, boleh jadi percikan air tersebut diartikan sebagai pengalaman hujan di dalam mimpinya. Atau ketika suatu wewangian di dekatkan ke hidung orang yang sedang bermimpi, mungkin akan diartikan sebagai pengalaman yang sesuai dengan watak dan pengalaman seseorang tersebut. Tetapi si “yang sedang bermimpi” tidak menyadari bahwa sensasi di alam mimpi adalah sebagai akibat dari pancingan (stimulus) dari luar (yang dilakukan oleh orang yang tidak sedang tidur). Seandainya dia menyadari bahwa pengalaman hujan (akibat diperciki air) ia kenali sebagai akibat dari pengalaman luar, maka si “yang sedang bermimpi” akan segera menyadari dan mengalami “Lucid Dreaming” yaitu mimpinya berubah menjadi mimpi yang jelas dan dapat dikontrol.

Dengan suatu alat tertentu seperti remdreamer atau novadreamer yang mampu mendeteksi apakah seseorang sedang bermimpi atau tidak, maka dapat diberikan kode seperti kilasan cahaya (flash light – yang berkedip-kedip) hanya ketika si pemakai alat tersebut sedang bermimpi. Si pemimpi mungkin akan merasakan pengalaman mimpi dari skenario awal yang berubah menjadi skenario menaiki sepeda motor dengan lampu yang berkedip (seolah akan rusak) atau merasa di alam mimpi melihat mobil pemadam kebakaran atau interpretasi lainnya. Untuk pertama kali mungkin si pemimpi tidak menyadari bahwa skenario pengalaman dalam mimpinya berasal dari (akibat dari) pancingan dari alat pemancar kedipan cahaya. Tetapi kalau setiap akan tidur alat tersebut dipakai (dijadikan penutup kedua mata), maka diri kita – kebiasaan kita atau entah apa istilahnya akan membentuk pemahaman reflek – pemahaman otomatis bahwa kalau ada kedipan cahaya berarti berasal dari alat tersebut (berbentuk seperti kacamata).

Pemahaman reflek ini akan berlanjut sampai ke alam mimpi, sehingga segera setelah alat ini mendeteksi anda sedang bermimpi (ditandai oleh pergerakan mata yang cepat – REM – Rapid Eye Movement), ia (alat ini) akan menyalakan cahaya yang berkedip-kedip serta suara dengan kekuatan naik-turun, dan pemahaman reflek anda akan mengingatkan anda (yang sedang bermimpi) bahwa pengalaman apapun di alam mimpi yang melibatkan cahaya & suara (seperti mobil pemadam kebakaran, sirene polisi atau yang lainnya) adalah sebagai akibat dari pancingan alat tersebut. Keadaan ini akan menggugah kesadaran anda untuk menyadari adanya dunia luar yang mempengaruhi mimpinya (dalam hal ini adalah alat tersebut) yang akan menyadarkan si pemimpi (tanpa harus terbangun dari tidur – kecuali kalau kekuatan lampu atau suaranya di atur terlalu silau dan keras) dan membuat mimpinya sesegera mungkin berubah menjadi “Lucid Dream” – mimpi yang sedemikian jelas (seolah-olah di alam realita ketika terjaga dari tidur) dan dapat dikontrol dengan kehendak sebagaimana yang telah dijelaskan.

Anda mungkin bertanya, seberapa jelas kenyataan mimpi ketika sampai kepada level “mimpi jelas” (Lucid Dream) ? Berikut ini penjelasannya. Walaupun ini adalah kasus yang langka, bukan berarti tidak pernah terjadi, yaitu istilah dikalangan Lucid Dreamer, yaitu “False Awakening” (Salah Bangun). Maksudnya … ? Jadi setelah anda bermimpi jelas (lucid dream) lalu mengontrol alam mimpi anda agar dapat mengalami terbang dan sensasi apa saja yang anda hasratkan, maka mendadak alam mimpi nampak runtuh seperti runtuhnya lukisan 3D (sensasinya sedemikian nyata – seolah-olah seperti matrix) dan disusul dengan ketidak-sadaran anda, lalu tidak sampai lama anda bangun dari tidur seperti biasanya. Yang jadi masalah disini adalah, anda mengalami “false awakening” (salah bangun), dimana setelah keruntuhan alam mimpi, dan anda terbangun, ternyata mimpi jelas (lucid dream) masih berlanjut ! Dengan segala tata letak ruangan dan sensasi keadaan mirip (bahkan boleh jadi sulit dibedakan – kecuali anda sedemikian teliti) dengan keadaan kehidupan anda ketika sedang terjaga dari tidur.

Anda merasa sedang mandi, makan, berbicara dengan anggota keluarga anda, padahal itu semua adalah tokoh mimpi (anda ternyata masih bermimpi) ! Tetapi jangan khawatir karena bahkan alam pun tidak dapat menciptakan tiruan yang dapat sedemikian mirip, karena alam bukan Tuhan. Kalau anda teliti keadaan mimpi yang berlanjut tersebut (false awakening) ada banyak keganjilan – keanehan. Sebagai contoh kalau anda menulis di kertas, setelah anda memalingkan muka ke arah lain dan kembali ke tulisan tersebut, tulisan itu akan hilang. Tengoklah jam dinding, setiap saat setelah anda mengamati dan mengulangi lagi pengamatan setelah mengabaikannya, akan terlihat jam di dinding menunjukkan waktu yang berbeda. Jika hal itu terjadi, berarti anda sedang (masih) bermimpi. Yang perlu anda lakukan adalah mencari tempat tidur di alam mimpi atau berbaring saja dan menidurkan diri lagi dengan harapan bangun yang berikutnya adalah bangun dengan versi kenyataan sebagaimana sebelum anda tidur.

Sebenarnya ini terjadi karena ketika tadi anda sedang mengalami lucid dream, sensasi mimpi jelas tersebut sedemikian cepat hilang, sedangkan mungkin tubuh anda masih lelah dan masih tertidur, sehingga sensasi hancurnya alam mimpi harus berlanjut dengan skenario lainnya yang dianggap masuk akal, yaitu skenario bangun tidur. Tetapi durasi – waktu tidur anda tidak berarti bertambah melainkan sensasi “false awakening” tersebut akan berlanjut sampai waktu tidur normal anda mendekati waktu bangun yang sesungguhnya, maka secara otomatis anda terbangun dengan sendirinya dengan situasi tampilan alam yang memang benar-benar seperti di saat sebelum tertidur.

Itu sebabnya, para lucid dreamer (yang mempraktekkan – memicu dengan sengaja – lucid dream) sering menuliskan sesuatu di online internet, untuk dijadikan rujukan setelah bangun, apakah tulisan yang telah dicantumkan di internet berubah atau tidak, jika tidak berubah maka dianggap ia telah benar-benar bangun.

Selain dari segi manfaatnya sebagai simulasi kehidupan yang terkesan nyata & yang dapat digunakan untuk pembelajaran sikap, pengamatan dst, ternyata ada juga sisi sulitnya. Satu hal lagi yang perlu diketahui, pengidap penyakit epilepsi boleh jadi dapat terpengaruh (penyakitnya kambuh) setelah menggunakan alat pemicu lucid dreamer seperti remdreamer atau novadreamer ini.

Memang masih banyak misteri yang kita tidak akan pernah dapat mengetahuinya secara keseluruhan & tuntas.

Published in: on April 16, 2009 at 4:59 pm  Comments (3)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://biocassanova.wordpress.com/2009/04/16/lucid-dream/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 CommentsLeave a comment

  1. Saya setuju ternyata mimpi bukan sekedar bunga tidur tapi mengandung arti

  2. Ada gak orang yang di dunia nyata mengira itu mimpi jadi malakukan yang dilarang. bahaya gak mempelajari lucid dreaming ? bisa bisa terjadi deh hal tersebut.

  3. wah..klo mimpi trus di dalem mimpi itu ak mimpi lagi trus itu namanya apa???
    kalau susah mbedai mimpi sama dunia nyata tu gimana ya??
    gimana klo kita cmn bangun di dalam mimpi trus..brati kita koma donk??
    lucid dream kan fase dimana kita bisa mengendalikan alam bawah sadar kita..jadi klo kita mimpi mati ya kita bisa mati,karena unconsious mind kita mengatur segala organ2 tubuh kita..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: