TIPS BERKOMUNIKASI

tulisan era baru….

Setiap orang terlahir dengan background berbeda, prinsip dan konsepnya tidak sama, sebelum mengenali secara mendalam tingkat kesulitan, situasi runyam dan keterbatasan seseorang, lantas dengan seenaknya memvonis lawan bicara, tentu tidak bijaksana. Memecahkan masalah dengan empati, setiap persoalan dilihat dari sisi positifnya, bisa mengubah lawan menjadi kawan dan memperluas pergaulan.

Seringkali mendengar kawan yang sudah menjadi orang tua berkata: “Saya dahulu bisa naik bus umum berangkat sekolah, mengapa anak saya tak bisa, harus dijemput oleh orang tua?” Juga acap kali mendengar kawan yang menjadi general manager berkata: “Dahulu ketika saya masih seorang pegawai kecil, setiap hari selalu bisa bekerja 8 jam, demi mengejar jadwal pengiriman, juga mau lembur hingga subuh.” Oleh karena saya punya rasa tanggung jawab, barulah diangkat sebagai general manager. Kenapa semua karyawan jaman sekarang tak bisa melakukannya?”

Sejujurnya, dengan mudahnya memproyeksikan “keunggulan” kita kepada orang lain, adalah tidak benar. Ini dinamakan memproyeksikan diri kepada orang lain, dengan kata lain selalu menganggap diri sendiri benar. Di dalam lingkup komunikasi, ini adalah sebuah pantangan besar!

Sering kali, putus dipertengahan atau gagalnya komunikasi, dikarenakan terlalu mempertahankan pemikiran diri sendiri. Dengan lain kata, kita hanya menghendaki orang lain untuk memahami, tapi tidakkah pernah berpikir, seharusnya juga harus belajar memahami orang lain.

Seorang Filsuf Afrika Selatan berkata: “Sebagai manager harus dilengkapi dengan karakter suka berkelompok, tindak tanduk yang menyendiri sungguh harus dicampakkan.”

Perihal berkomunikasi, semakin bisa menggunakan empati, semakin bisa secara luas menjalin jodoh kebajikan. Hendak menjadi orang yang piawai dalam berkomunikasi, membutuhkan ketrampilan berbicara yang bisa menyesuaikan setiap situasi dan kondisi.

Ada pepatah berbunyi: “Tiga orang jagal membahas daging, tiga orang intelek membahas buku.” Jikalau mau memahami lebih banyak tentang ciri khas setiap profesi dan kesukaan setiap tipe tokoh, maka akan lebih pandai menggunakan empati untuk melakukan komunikasi. Misalkan saja, ketika anda bersama dengan seorang penjagal, maka bahaslah daging; bersama dengan pemilik Bakery, anda bahaslah roti; ketika berbarengan dengan mereka berdua, bahaslah sandwich.

Ini adalah filsafat tertinggi dari komunikasi.

Published in: on October 4, 2009 at 10:51 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://biocassanova.wordpress.com/2009/10/04/tips-berkomunikasi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: