Terang Bulan

Pena ini terus kugamit di sela2 bibirku yang tersimpul oleh senyum penuh semangat…

Seraya ku tengadahkan wajah dan binar memancar dirimu tiada terhindar.
Akalku siratkan berlimpah inspirasi akan pesona dan elok dian nan hangatmu.

Maka kucoretkan syair penuh cinta dalam elegi lama tiada berujung.
Tentang pujangga dan dewi malam yang tersenyum penuh hari ini.
Kutoreh pena dan kupercikkan tinta-tinta cinta penuh damba yang telah kusimpan selama lebih 1000 malam…

Apakah ini malam ini kan ku buang percuma, tidak…
Dan tiada lelah jiwa ini terpaut…

Kau merekah di atas sana dengan indah…
Aku menanti gelisah di sini dan hilang arah…

Memetik kenyataan bahwa kita memang berbeda, namun selalu menyapa
duhai purnama…

-Terang Bulan-
Arya Sencaki

Advertisements
Published in: on September 19, 2008 at 3:05 am  Comments (2)  
Tags: ,